Kata-kata “mahalnya biaya makanan murah” agaknya tidak setajam “the high cost of cheap meals”. Mungkin karena media lokal jarang menggunakan kata-kata singkat yang mengandung dua kata yang bertentangan.

Murah adalah kosakata sehari-hari. Tak memandang status sosial, semua tingkatan menyukainya. Barang-barang murah selalu jadi incaran. Untuk hal yang tak bisa dimakan, umumnya aman-aman saja meski tidak maksimal. Kaos yang mudah luntur, sendok yang mudah patah, dan lain sebagainya. Hal buruk terjadi ketika hal ini terjadi pada makanan. Makanan murah banyak diserbu tak lain dan tak bukan karena untuk menghemat arus pengeluaran. Dalam jangka pendek, makanan-makanan tersebut terbukti ampuh menekan pengeluaran. Sayangnya, hal ini tidak berhenti di sini. Dalam jangka panjang, tanpa disadari terdapat biaya mahal dan resiko tinggi yang mengintai.

Level harga

Makanan memiliki kisaran harga. Average merupakan kisaran harga normal yang dapat ditemui. Semakin tinggi titiknya, semakin baik makanan yang didapat. Baik dari segi rasa maupun kebersihan, dan begitu juga sebaliknya. Premium merupakan kisaran harga yang dipatok untuk jenis makanan yang sama dengan rasa yang lebih nikmat, tempat, peralatan, dan bahan yang bersih, minyak yang selalu diganti, dan umumnya sudah memiliki nama di pasaran. Makanan yang sama dalam kategori Signal umumnya sudah tidak hanya membeli makanannya, tetapi membeli momen, pemandangan, pelayanan, dan status. Signal artinya signaling goods, fokusnya bukan lagi pada rasa dan kebersihan, tetapi untuk signaling goods. Mirip seperti membeli mobil mewah atau jam tangan mewah. Kebutuhannya tidak lagi pada fungsionalitasnya. Cheap merupakan makanan yang sebaiknya dihindari, makanan di kategori ini sekilas memiliki rupa yang sama dengan average sehingga kita tanpa pikir panjang lebih memilih kategori ini. Padahal, harga tersebut tentu datang dengan berbagai hal yang telah diabaikan demi tetap mendapatkan keuntungan. Seperti minyak yang digunakan, bahan baku yang dipakai, tempat pembuatan, dan hal-hal atau cara-cara lain yang umumnya tidak baik untuk kesehatan.

Selain resiko-resiko kesehatan yang tak terlihat dalam jangka pendek, seringkali mereka juga menimbulkan dampak jarak dekat yang merugikan. Diare yang menyebabkan banyak waktu produktif terbuang ataupun badan lemah yang sulit untuk fokus. Sebaiknya relakan sedikit uang kita untuk membeli makanan antara batas average dan premium, di mana kita dapat menikmati makanan enak nan bersih. Good food gives good vibes.


Selain dari sisi harga “murah”, terdapat makanan “mahal” yang mana bagi saya masuk pada kategori makanan murah. Seperti junk food misalnya, mereka adalah makanan mahal di negara kita. Tetapi dampak kesehatan yang dihasilkan sama seperti makanan murah. Terdapat makanan murah nan bersih yang juga saya hindari, diantaranya adalah mie instan, karena dampak yang sama.

Makanan sehat tidak berarti harus mahal. Terdapat banyak jenis makanan sehat yang sangat terjangkau di tempat-tempat yang bersih. Jika anda menginginkan jenis makanan mahal, anda dapat membuatnya sendiri di rumah dengan modal yang sangat kecil. Jika tidak memungkinkan, anda dapat menabung dan menjadikannya reward untuk diri anda pada momen-momen tertentu.

Menghemat pengeluaran dengan cara membeli makanan murah atau mengurangi jatah makan dalam sehari bukanlah sesuatu yang baik. Ada harga mahal dan resiko tinggi yang timbul darinya. Banyak cara untuk menjadi kaya, tidak hanya dengan menekan pengeluaran, anda bisa meningkatkan pendapatan juga, bukan?