Mencari Judul #

Meski banyak dosen yang memperbolehkan topik yang reinvent the wheel, setidaknya cari sesuatu yang menambah nilai pada riset sebelumnya. Ini dapat menjadi motivasi untuk selalu menyelesaikannya hingga akhir, karena akan ada hal baru untuk kita publikasikan. Hindari membuat skripsi dengan judul yang terlalu umum. Hal ini tidak akan menambah keilmuan yang ada saat ini.

The illustrated guide to a Ph.D. - Matt Might

Pencarian judul sebaiknya dilakukan jauh sebelum kita akan mengerjakan skripsi. Mulailah dari semester satu atau bahkan sebelum kuliah. Amati sekitar, jadikan dirimu skeptis terhadap segala sesuatu. Buat daftar permasalahan unik yang dapat kamu bangun solusinya.

Mencari Dosen #

Semenjak semester awal, tentunya kamu memiliki beberapa dosen favorit. Favorit bukan karena ramah atau mudah memberikan nilai A. Tetapi karena karakternya, motivasi intrinsiknya terhadap keilmuan, dan terbuka untuk diskusi. Cari dosen yang siap membimbingmu[1], bukan dosen yang pintar tetapi sulit ditemui atau berkarakter yang tidak sepaham denganmu.

Komunikasikan tentang topik skripsimu jauh sebelum semester skripsi dimulai, minimal dua semester sebelumnya. Ini dapat membuatmu lulus lebih cepat dan menghindari kemungkinan buruk lainnya: kehabisan dosen, judul yang berubah-ubah, pengerjaan yang lama, dan lainnya.

Banyak sekali teman-teman yang cerdas dan rajin luar biasa, datang setiap hari untuk bimbingan, tetapi tetap telat 1-3 semester. Hal ini disebabkan dosen yang sulit sekali ditemui atau tidak mau tau tentang persoalan yang dialami mahasiswanya. Ada juga dosen cerdas yang tidak pernah mau berdiskusi. Seakan-akan nabi yang semua pendapatnya pasti benar. Hindari dosen seperti ini.

Kiat: Dosen cerdas di kampus berkembang umumnya adalah minoritas. Oleh karena itu, tendensi untuk menganggap semua pendapatnya benar sangat tinggi.

Usahakan untuk mengamati karakter, akhlaq, keterbukaan pada diskusi, dan penasaran tinggi yang murni akan keilmuan.

Kiat: Cari dosen yang tidak malu untuk mengatakan “Saya tidak tau”.

Cari dosen yang memiliki kemauan intrinsik akan keilmuan, berbinar ketika kamu temui untuk menyampaikan hal-hal baru yang kamu dapatkan, dan memiliki jiwa riset. Mengatakan “Iya, Iya, ayo mana” ketika kamu datang dengan ide baru, bukan berjalan cepat pura-pura tidak mengenalmu.

Ingat bahwa skripsi bukan tempatmu untuk belajar menulis, tidak juga tempat untuk belajar membangun produk. Waktumu terbatas. Ada waktu yang lain untuk itu.


Jadilah orang yang mencari dosen pembimbing dengan persiapan yang matang. Siapkan salindia(slide) ringkas yang menjelaskan skripsimu. Sampaikan menggunakan pola OMKKMASASOL: 1) obyek penelitian (O), 2) metode-metode yang ada (M), 3) kelebihan dan kelemahan metode yang ada (KK), 4) masalah pada metode yang dipilih (MASA), dan 5) solusi perbaikan metode (SOL)[2].

Ilustrasi ringkas apa yang akan risetmu selesaikan.
Ilustrasi ringkas apa yang akan risetmu selesaikan (2).
Saya selalu membawa A4 kosong, ide lebih mudah digambar dari pada ditulis.

Saya lebih senang menggambarnya di kertas A4, karena lebih fleksibel, cepat dan menarik. Tekankan pada langkah ke-tiga dan ke-empat. Apa yang ingin kamu selesaikan (what you are trying to solve?). Perhatian sangatlah berharga, pastikan kamu benar-benar memanfaatkan dua menit awal untuk menarik perhatian dosenmu. Sampaikan dengan lugas, ringkas, dan bersemangat (genuiely intrinsic motivation).

Menulis skripsi dapat dimulai dengan mencari penelitian-penelitian yang memiliki reputasi bagus. Berusahalah untuk menggunakan sumber dengan kualitas internasional.

Kumpulkan semua kata kunci yang ingin kamu dalami. Sebaiknya mulai dengan membaca dari Wikipedia[3]. Hal ini memberikan kamu pengetahuan menyeluruh yang ringkas untuk kamu pelajari. Setidaknya, sekarang kamu mengetahui sejarah, konsep, dan penemunya.

Kiat: Saya selalu berusaha untuk mengetahui sejarah dan penemu sebuah konsep atau benda. Jika ada, saya menyempatkan untuk membaca sejarah pribadinya di Wikipedia atau di blog-nya. Dengan demikian, saya selalu bersemangat tatkala mempelajari maupun menjelaskan konsep-konsep tersebut. Bahkan mendapatkan bonus mengingat nama pengarangnya tanpa dihafal. Itu terjadi karena saya mengenalnya.

Setelah memahami semua secara ringkas, sekarang waktunya untuk mencari jurnal-jurnal ilmiah terkait penelitianmu. Gunakan aplikasi pembaca PDF yang mendukung annotations sehingga kamu bisa melakukan sorotan(highlight), garis bawah, atau menyisipkan komentar. Catat paragraf-paragraf penting yang nantinya akan kamu kutip berikut halamannya. Pada waktu penulisan kamu tidak perlu lagi bolak-balik membuka dan mencari paragraf-paragraf penting yang pernah kamu baca.

Sorot dan beri catatan pada referensimu.

Awali pengerjaan skripsimu dengan latar belakang yang baik, ini menjadi pondasi penelitianmu. Usahakan untuk mengikuti pola OMKKMASASOL. Kekurangan penelitian sebelumnya dan bagaimana penelitianmu memperbaikinya menjadi nilai jual utama skripsimu. Hal ini akan selalu ditanya selama proses bimbingan, begitu juga ketika ujian.

Gambar kerangka skripsi mu, dimulai dari bab satu hingga akhir. Apa saja yang harus ada di bab 1, bab 2 dan seterusnya. Apa yang harus dijelaskan di sub-bab X. Terkait ini, diskusikan dengan dosen pembimbingmu. Setiap dosen memiliki struktur yang berbeda, terlepas adanya struktur resmi dari kampus. Lalu isi secara perlahan kerangka-kerangka tersebut dengan kalimat.

Kiat: Jangan menyunting dan menulis pada waktu yang bersamaan. Ini akan menurunkan produktifitasmu. Biarkan otakmu fokus pada satu pekerjaan. Menulis dan menyunting adalah pekerjaan yang berbeda.

Hindari pekerjaan yang berulang-ulang. Gunakan spell-checker, grammar-checker, dan alat-alat pembantu penulisan lainnya. Ide-ide unik bisa muncul kapan saja, bawa bolpoin atau gunakan aplikasi Notes ke mana saja.

Kiat: Jangan khawatir dan selalu berhenti sejenak untuk melihat seberapa buruk tulisanmu. Ingat bahwa kamu dapat menyunting tulisan buruk, tetapi kamu tidak dapat menyunting halaman kosong — Jodi Picoult.

Gunakan fitur diff dan version control pada aplikasi word processor.
Dengan demikian, kamu dapat melihat history dan mengetahui secara spesifik bagian mana yang berubah dari waktu-kewaktu. Kamu juga mendapatkan bonus tidak khawatir lagi bagian mana yang berubah karena terpencet secara tidak sengaja.

Minta bantuan teman untuk mengulas setiap kali kamu menyelesaikan tulisan. Disaat yang sama, istirahatkan dirimu. Hal ini membuatmu kembali dengan pikiran yang segar untuk mengulas ulang tulisanmu. Pergi sejenak dari depan layar memberikanmu kesegaran dan dapat menemukan banyak kesalahan.

Cadangkan(backup) secara berkala. Kamu tentu tidak mau kehilangan ratusan lembar usahamu dan harus memulainya lagi, bukan?

Menjaga Produktifitas #

Hal terpenting dalam menjaga produktifitas adalah lingkungan(environment). Bangun lingkungan yang membuatmu produktif. Tanyakan kepada dirimu, bagaimana untuk bisa fokus? Apakah membutuhkan meja dan kursi, tidak bisa dalam keadaan lapar, tidak dalam keadaan basah berkeringat, keadaan mulut kotor, atau harus berpakaian rapi. Kenali dirimu, pergilah ke perpustakan jika kamu butuh meja, kursi dan keheningan. Mandi dan bersikat gigi jika kamu tidak bisa fokus dalam keadaan mulut kotor dan berkeringat. Makan sebelum bekerja jika kamu tidak bisa fokus dalam keadaan lapar. Gunakan pakaian seakan-akan kamu masuk kelas, jika itu membantu.

Hindari hal-hal yang mengganggu fokus. Menunda kewajiban membuat otak selalu dipaksa untuk mengingat berbagai macam hal. Kerjakan shalat diawal waktu jika kamu muslim, ini akan menambah produktifitas. Jauhi hal yang adiktif, seperti media sosial, youtube, film, game, dan sejenisnya. Hindari juga aktivitas sosial yang dapat mengganggu ketenangan hatimu.

Beradaptasilah dengan lingkungan, tentukan peraturan-peraturan yang dapat menjagamu tetap produktif. Ketika di kos, saya memberi kertas hijau di atas layar laptop, tanda saya sedang tidak bisa diganggu. Ketika di rumah, saya menutup pintu kamar.

Gunakan catatan atau aplikasi TODO-List. Hal ini dapat memecah tugas besar menjadi tugas-tugas kecil yang dapat dilakukan (small actionable taks), dan memberikanmu rasa bahagia ketika kamu mencentang salah satunya.

Fokus pada konsistensi, bukan intensitas. Intensitas tinggi dapat membuatmu stress. Bangun ritme hidupmu. Ada waktunya berskripsi, makan, berolahraga, berdoa, dan beristirahat. Jika kamu berdisiplin, maka kamu tidak akan kehabisan tenaga dan bersemangat pada ritme pengerjaan skripsi di waktu berikutnya.

Jika kamu menghabiskan banyak waktu menulis dengan posisi duduk, menulislah sambil berdiri. Duduk dalam waktu yang lama tidak baik untuk kesehatan. Minumlah air yang banyak, dan gunakanlah dark-mode jika itu membantu.

Membangun Produk #

Lompati jika penelitianmu tidak membangun produk/aplikasi.

Beberapa penelitian menghasilkan produk. Salah satunya adalah perangkat lunak sebagai test-bed. Definisikan cakupan, fungsionalitas dan non-fungsionalitas, goals dan anti-goals dari aplikasi yang akan dibangun. Buat kesepakatan dengan dosen pembimbing di awal. Jangan sampai dosen pembimbing meminta banyak perubahan ketika ujian sudah di ambang pintu.

Siapkan komponen-komponen aplikasi jauh sebelum skripsi dimulai. Sejak awal perkuliahan, tentukan apa yang akan menjadi minatmu, lalu berlatihlah membangun banyak aplikasi. Aplikasi tidak lepas dari komponen-komponen umum yang sering digunakan. Ketika kamu sudah membangun banyak aplikasi, komponen-komponen pembangunnya dapat kamu gunakan untuk proyek skripsimu.

Gunakan software stack yang biasa kamu gunakan. Jauhi penggunaan bleeding edge tools. Jangan sampai belajar fundamental tools ketika masa skripsi. Hal ini akan sangat menyita waktumu. Penggunaan tools yang populer membuatmu mudah mendapatkan dokumentasi, forum tanya jawab, tutorial, dan blog terkait penggunaan dan permasalahan pada perangkat lunak-perangkat lunak tersebut.

Kiat: Ini bukan waktumu mencoba alat-alat terbaru(shiny and hype tools). Aplikasi yang kamu bangun tak lebih dari test bed penelitianmu.

Diskusikan library-library yang dapat kamu gunakan. Maksimalkan penggunaannya selama itu diperbolehkan oleh dosen pembimbingmu.

Gunakan version control, kemudian letakkan di salah satu source code hosting. Ini juga berfungsi sebagai cadangan source code-mu. Seringkali terjadi laptop rusak atau hilang ketika proses skripsi.

Tulis automated test untuk aplikasimu sehingga tidak perlu melakukan pengecekan manual setiap mengimplementasikan hal baru atau mengubah source code.

Rekaman aplikasi, pertemuan pertama.
Rekaman aplikasi, v1.5.

Setelah beberapa tahap selesai, berilah versi(tag) pada kodemu. Rekam menggunakan screen-recorder fitur-fitur aplikasi pada versi tersebut. Video ini dapat kamu tampilkan ketika proses bimbingan. Selain itu, video ini juga berfungsi sebagai cadangan ketika hal-hal buruk terjadi.

Kiat: automated test dan video membantu menjagamu mengatakan “Maaf Pak, tapi aplikasi saya kemarin bisa”.

Jika kamu peduli terhadap kualitas kode dan kebermanfaatan riset. Berilah lisensi bebas(free software license) pada aplikasi yang dibangun. Dengan demikian, risetmu menjadi reproducible. Tentunya akan lebih bermanfaat jika risetmu yang dapat menyembuhkan kanker itu juga menyertakan langkah-langkah konkrit (receipe) sehingga dapat digunakan semua ummat manusia secara bebas.

Bimbingan #

Maksimalkan proses bimbingan sebaik mungkin. Jika tidak ada jadwal, datanglah minimal seminggu dua kali, sebaiknya datanglah sepagi mungkin. Sebaliknya, datanglah tepat waktu sesuai alokasi jadwal.

Parkiran kosong, datanglah sepagi mungkin.

Perhatikan tata-krama ketika bimbingan. Ketuk pintu sebelum masuk, jangan duduk sebelum dipersilakan. Siapkan kertas berisi poin-poin yang sudah dikerjakan dan yang akan kamu tanyakan. Dengan demikian, kamu dapat dengan cepat menyampaikan, dan tidak melewatkan poin yang ingin kamu sampaikan. Sisipkan tangkapan layar(screenshot) jika memungkinkan. Kertas-kertas tersebut nantinya bisa menjadi tolak ukur kemajuanmu, baik mingguan atau bulanan.

Siapkan catatan dan pembatas pada skripsimu.

Terdapat banyak khilaf antar peneliti ulung di dunia akademik, terlebih antar dosen. Jangan terlalu lama berdebat dan mendalami konsep hanya untuk mencari jawaban mutlak. Setiap pengarang buku memiliki versinya masing-masing. Begitulah dunia akademik. Ikuti apa yang menurut dosen pemimbingmu benar.

Sampaikan terima kasih dan hormat ketika proses bimbingan selesai. Dalam beberapa kesempatan, saya suka melakukan deep bow ojigi (45°).

Ujian #

Tingkatkan intensitas pertemuan dengan dosen pembimbing saat mendekati masa ujian. Semakin banyak pengecekan, semakin baik.

Semakin banyak pengecekan, semakin baik.

Berlatihlah presentasi di depan umum. Sedini mungkin, latih dirimu untuk mengemukakan pendapat dengan lugas, intonasi yang baik, dan berbicara di depan banyak orang. Semakin sering kamu berlatih, semakin mudah kamu menangani hal-hal semacam ini.

Datanglah ke ruangan ujian sehari sebelum ujian diadakan, rasakan atmosfernya. Hal ini membantu kamu tidak gugup dan kaget dengan ruangan tersebut. Selain itu, lakukan pengecekan terhadap alat-alat yang akan kamu gunakan. Pastikan semua bekerja dengan baik.

Hafalkan salindiamu ketika antri, menyetir, mandi, dan sebagainya. Kamu bisa menggunakan ruangan kosong, berdiri dan meletakkan laptop di depanmu untuk berlatih. Berlatihlah seakan-akan kamu berada pada situasi yang sebenarnya.


Ketika ujian tiba, aturlah nafas dan sediakan air untuk menghindari gugup. Bacalah doa sebelum memulai, perhatikan the nodder (orang-orang yang selalu mengangguk) dan orang-orang yang memberikan aura baik padamu. Hindari membelakangi pendengar dan menggunakan salindia dengan banyak teks. Beri pilihan pada pendengar, mendengarkanmu atau membaca salindia, bukan keduanya.

Atur nada dalam menjawab, dan hindari terbawa emosi. Jangan tertipu untuk menjawab pertanyaan di luar konteks. Sampaikan bahwa itu di luar scope. Banyak dosen yang hanya membaca skripsi satu jam sebelum ujian. Bagaimana mungkin ia sempat membacanya, jika pada umumnya dokumen skripsi dikirimkan tak lama sebelum ujian dimulai. Tentu ia bertanya hanya dengan pertanyan umum atau malah bertanya warna buah-buahan pada skripsi penelitian bertopik tingkat lezatnya sate kambing.

Sesuatu yang sudah dibenarkan oleh dosen pembimbing bisa jadi salah bagi penguji. Bahkan hal yang sama bisa jadi ia benarkan di ruangan lain. Sadari bahwa kebanyakan dari mereka memang ada untuk menjatuhkan, dan mencari kesalahan. Meski terkadang hal-hal sederhana atau bahkan di luar konteks.

Usahakan selalu menjawab dengan sitasi. Jika kamu mengenal para pengarang jurnal dan buku-buku tersebut dengan baik, kamu akan menghafal namanya dengan mudah. Sebut nama-nama itu dalam jawabanmu. Jangan ragu untuk menjawab, banyak dosen yang hanya belajar dari teman-temannya, bertanya antar teman tanpa tau sumber aslinya, sebatas membaca dari salindia di internet, bahkan tidak pernah membaca buku yang ia cantumkan sebagai referensi pada salindia pelajarannya sendiri. Maka jadilah pelajar yang lebih baik!

Pertanyaan umum mudah direka, begitupun pertanyaan yang sekiranya nanti dilayangkan padamu. Bawalah soft-file buku-buku referensimu. Siapkan tangkapan layar halaman-halaman yang telah kamu highlight, letakkan setelah salindia “Terima kasih”. Tunjukkan ketika kamu menjawab pertanyaan penguji.

Jangan lupa untuk mencadangkan salindiamu. Cadangkan secara daring sehingga kamu dapat mengaksesnya jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan ketika ujian berjalan.

Revisi #

Jangan memulai revisi sebelum mendatangi dosen pembimbingmu. Datanglah dengan segala argumentasi dan sitasi-sitasimu. Kesalahan yang ada pada umumnya hanya kesalahan yang dipaksa. Dosen pembimbing biasanya hanya akan memberimu ceklis secara langsung. Tanda bahwa semua itu tak perlu dikerjakan.

Setiap fakultas memiliki peraturan yang berbeda-beda. Dalam banyak kasus, revisi yang diulas oleh dosen penguji akan menghasilkan revisi tiada akhir. Di mana dosen penguji dan pembimbing tidak pernah sepaham.

Catatan #

Guru/Dosen membawa berkah, keberkahan yang dicari dan dinanti oleh setiap murid. Hormat pada guru lahir dari apa yang ada di dalam dirinya. Cintanya pada ilmu, sayangnya pada murid, dan ikhlasnya dalam mengajar. Lantas bagaimana cara kita menghormati guru yang tidak berjiwa guru?


Selamat mengerjakan skripsi.


Gambar-gambar di atas hanya sebatas ilustrasi. Fakta-fakta dari tulisan ini tidak hanya terjadi di satu tempat.
Terima kasih kepada Christina Oktavia, Satria Adhi Kharisma, Mohammad Anton, dan Husein Abdulbar yang telah membaca draf ini.

Footnotes

  1. Endy Muhardin menyarankan untuk mencari dosen yang siap membimbing, mudah dicari, mau mengulas, dan baik dalam memberi umpan balik. ↩︎

  2. Menyusun latar belakang masalah penelitian - Romi Satria Wahono ↩︎

  3. Wikipedia memang terlalu lemah untuk dijadikan referensi. Siapapun bisa menyuntingnya (beberapa melalui moderasi), tetapi kamu dapat memanfaatkan penjelasan ringkas darinya dan membaca lebih dalam pranala-pranala yang ada di bagian “Referensi”. ↩︎