Jawaban Singkat

Penting: jika kita belajar di universitas yang ‘baik’.

Tidak penting (atau lebih baik jangan): jika sebaliknya.

Jika anda ingin menjadi computer scientist sebaiknya ambillah gelar sarjana.

Jawaban Detail

Meskipun untuk menjadi seorang programmer sama sekali tidak membutuhkan gelar computer science, berkuliah di tempat terbaik di mana sebuah teknologi lahir dan dibimbing langsung oleh penemu teknologi tersebut adalah pengalaman yang tak ternilai. Selain itu, kita akan mendapatkan banyak hal. Mulai dari dosen hebat atau teman hebat yang dapat kita jadikan mentor, relasi, dan lain sebagainya. Berada di tempat dengan atmosfer seperti ini sungguh tak ternilai.

- - -

Di lain sisi, jika kita berkuliah di universitas ‘biasa’ hanya untuk menjadi seorang programmer, lebih baik jangan. Banyak sekali perusahaan besar — termasuk google — yang siap menerima kita tanpa gelar computer science. Bahkan saat ini sudah banyak bootcamp yang diadakan selama beberapa bulan untuk mengajarkan banyak hal tentang computer science. Selain itu, video-video computer science pembelajaran universitas-universitas ternama telah disebar dan dapat dilihat secara gratis, salah satunya pada platform edX. Kita juga dapat mengikuti kursus-kursus berbayar yang berkualitas di platform belajar daring seperti Udacity, Coursera, Udemy, dan lain sebagainya. Hari ini kita dapat dengan mudah menemukan artikel-artikel “how I got into <top company X> without degree“.

Berbeda dengan bidang-bidang lain. Dalam proses interview untuk melamar menjadi seorang programmer, kita tidak ditanya ijazah dan latar belakang pendidikan. Melainkan ditanya mengenai “desain dan algoritme” yang harus kita jawab, “proyek-proyek” yang telah kita buat, kontribusi kita pada proyek FOSS, dan seberapa dalam pemahaman kita tentang computer science fundamentals. Dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut, pihak pewawancara (interviewer) sudah dapat mengukur kaliber kita. Hal ini tidak dapat dilakukan misalnya pada lamaran untuk menjadi sales/marketing. Pihak pewawancara tidak dapat menilai terwawancara (interviewee) secara langsung seperti mengajukan permintaan “Ini saya punya barang. Tolong anda keliling sekitar kantor ini lalu kita lihat berapa yang dapat anda jual”. Hal ini tentu tidak dapat digunakan sebagai tolak ukur jitu bagi bidang mereka.

Banyak sekali riset maupun aplikasi yang digunakan jutaan umat manusia dikembangkan oleh programmer-programmer tanpa degree. Bahkan aplikasi-aplikasi tersebut digunakan di universitas-universitas oleh dosen-dosen. Jadi bukan berarti tanpa gelar sarjana kita hanya menjadi programmer yang biasa-biasa saja.

Menentukan Pilihan

Salah satu cara untuk menentukan pilihan yang tepat adalah dengan menentukan role model kita. Ingin seperti siapa kelak kita nantinya. Pelajarilah perjalanan hidup mereka. Apabila mereka dapat mencapainya tanpa degree maka tentu kita — dengan keadaan yang serba canggih ini — lebih bisa melakukannya. Jika mereka mengambil degree perhatikanlah nasihat-nasihatnya tentang itu, jika mereka boleh mengulang kembali hidup mereka, apakah mereka akan tetap mengambil formal degree atau tidak.

Ilmu = Udara

Saya melihat ilmu itu sebagai udara. Siapapun bisa menghirupnya sebanyak mungkin. Tidak ada batasan untuk itu. Maka title yang kita dapatkan tidak menjadi tolak ukur mutlak bawa kita memiliki udara yang lebih banyak dengan orang yang tidak mengenyam ‘pendidikan’ formal. Bagi saya, belajar itu Penting, sekolah tidak.

- - -

Lebih baik kita membayar untuk ikut bootcamp yang berkualitas atau kursus daring berkualitas yang mana keduanya dibimbing langsung oleh mentor yang berkualitas, dari pada mengikuti universitas yang ‘tidak baik’ dan kita hanya akan memdapatkan ayam rasa tempe.

Baca juga:

Comments

Bagaimana pendapat anda? Bagikan di kolom di bawah ini.


Published

Category

CS, Bahasa