Mitos

Banyak wali dan santri yang khawatir tidak dapat melanjutkan studi di PTN lantaran mereka akan menolak ijazah Gontor. Ini hanyalah mitos yang beredar. Teman-teman dapat melanjutkan studi ke PTN-PTN besar di Indonesia seperti ITS, ITB, UB, dan lain sebagainya, tanpa masalah administrasi apapun.

Hal yang Paling Utama

Perjalanan ini akan memakan waktu yang sangat panjang, maka persiapkanlah.

مَنْ عَرَفَ بُعْدَ السَّفَرِ اِسْتَعَدَّ

Hal yang paling penting dalam perjalanan panjang ini adalah “disiplin”, tanpanya semunya tidak akan berjalan lancar. Tidak akan ada mentor/pelatih, teman-teman sendiri yang harus bisa berdisiplin secara ketat. Petakan waktu untuk belajar, istirahat, olahraga, dan lainnya. Buatlah manajemen untuk menangani distraksi dan demotivation selama belajar.

Teman-teman harus memiliki intrinsic motivation yang dapat membuat semangat dan disiplin teman-teman kebal dan tahan lama. Diantaranya adalah dengan berniat sungguh-sungguh secara intrinsic ingin mendalami ranah tersebut di perguruan tinggi karena motivasi internal, bukan karena faktor eksternal seperti lapangan kerja, gaji, status sosial, paksaan orang tua, dan lain sebagainya. Motivasi eksternal tidak akan bertahan lama. Oleh karena itu, temukan ranah keilmuan yang dapat membuat teman-teman belajar tanpa disuruh, menghabiskan banyak waktu mengulik-ulik permasalahan atau soal yang tidak dapat diselesaikan.

Sebelum memulai semuanya, tentukan secara pasti tujuan hidup teman-teman. Pastikan itu adalah motivasi intrinsic. Bidang yang membuat teman-teman bangun pagi dan semangat mengerjakannya, bahkan meskipun tanpa imbalan materiil. Ingatlah selalu bahwa “only intrinsic motivation lasts“.

Hal lain yang perlu dipersiapkan adalah ‘fisik’ dan ‘mental’. Makanlah asupan yang bergizi, dan selalu percaya dengan mimpi-mimpi itu. Jika teman-teman sendiri tidak percaya mimpi itu, lantas siapa lagi?

Persiapan: Masa Pengabdian

Jika teman-teman jauh-jauh hari sudah memantapkan niat kelak nanti akan melanjutkan studi di PTN, sebaiknya persiapkan semuanya selama masih di KMI. Mulailah berlatih soal-soal eksakta di sore hari dan menemui ustadz-ustadz pada malam hari jikalau menemukan kesulitan. Ada baiknya juga mengikuti komunitas ‘Exact Club’ untuk menemukan orang-orang yang berpemikiran sama.

Apabila niatan tersebut baru muncul ketika masa pengabdian, tidak masalah. Tidak ada kata terlambat. Terdapat dua mazhab dalam situasi ini. Pertama yang melihat bahwa belajar untuk persiapan PTN selama pengabdian adalah sah-sah saja. Kedua menunggu pengabdian selama satu tahun selesai, selanjutnya mulai mempersiapkan semuanya. Silakan teman-teman mengikuti madzhab yang mana. Dulu saya mengikuti madzhab yang kedua. Tetapi tidak jarang, banyak mudir pondok yang mendukung ustadz-ustadz untuk mengikuti SBMPTN selama masa pengabdian. Tentunya selama hal itu tidak mengganggu kegiatan pondok.

Jika berhasil lolos pada ujian SBMPTN, maka teman-teman bisa langsung melanjutkan perkuliahan di PTN yang didambakan. Jika tidak, maka lakukanlah persiapan ulang satu tahun.

Persiapan II : Masa satu tahun

Masa satu tahun penantian sebelum SBMPTN diadakan kembali — karena tidak lulus pada SBMPTN sebelumnya, atau memang ingin fokus mengabdi sehingga tidak bisa mengikuti SBMPTN — dapat digunakan untuk mengikuti program khusus persiapan SBMPTN yang diadakan LBB. ‘Paket Alumni’ misalnya adalah program yang disediakan LBB Ganesha Operation khusus untuk persiapan SBMPTN.

Paket-paket seperti paket alumni ini biasanya tidak diadakan di semua cabang LBB. Oleh karena itu, biasanya teman-teman harus pindah ke kota-kota besar di mana program tersebut diselenggarakan, Surabaya misalnya.

Paket tersebut umumnya merangkum dan mengulas semua materi yang akan diujikan di soal SBMPTN. Mulai dari TPA hingga Kimia. Umumnya kelas diadakan 3 kali seminggu. Tetapi untuk beberapa LBB ada fasilitas untuk bertemu dengan tentor di luar jam tersebut.

Selain paket-paket yang disediakan LBB, ada pula kelas-kelas privat yang dikhususkan untuk para pejuang SBMPTN. Harganya beragam, mulai dari sedang hingga sangat mahal. Umumnya kelas-kelas ini diadakan oleh dosen-dosen pembuat soal SBMPTN maupun dosen-dosen universitas negeri ternama.

Cara Belajar Eksakta Dari Nol

Porsi eksakta yang diajarkan pondok pesantren tidak sebanyak porsi pada SMA. Maka teman-teman harus bisa going extra miles di sini untuk mengejar kampus PTN idaman.

Beberapa hal yang sebaiknya dilakukan:

  • Mencari teman (dari SMA) untuk mempermudah melakukan diskusi, dan mengerjakan soal bersama.
  • Memaksimalkan waktu untuk bertemu tentor di luar jam belajar untuk menanyakan soal yang belum bisa diselesaikan.
  • Hindari hal-hal yang membuat demotivation.
    • Bangun disiplin belajar dengan jadwal pribadi yang tertulis.
    • Lebih baik memisahkan ruangan untuk belajar & tidur. Usahakan untuk belajar di luar kamar, perpustakaan misalnya.
  • Gunakan kalender fisik untuk mengukur kemajuan belajar dan waktu yang tersisa untuk SBMPTN.
  • Jika kesulitan mempelajari konsep sendiri, dan waktu belajar di kelas masih dirasa kurang. Teman-teman dapat menggunakan video pembelajaran interaktif khusus persiapan SBMPTN, ‘Zenius Xpedia’ misalnya.

Pada awalnya semuanya memang akan terasa berat. Soal-soal yang sukar untuk dijawab, rumus yang belum dapat dimengerti sepenuhnya, dan pembagian waktu disiplin. Tetapi lambat laun semua mulai dapat dimengerti.

Hint

Hindari untuk memahami semua hal hingga akar-akarnya. Tujuan ini baik, tetapi jangan sampai hal ini menguras banyak waktu. Untuk saat ini, pahami suatu rumus secara penggunaan dan ‘sekadarnya’ saja. Ada banyak waktu setelah SBMPTN untuk mendalaminya tanpa batas.

Cara mengukur kemampuan yang didapatkan adalah dengan menghitung skor PG (Passing Grade) yang didapatkan dari soal-soal yang dikerjakan. Soal-soal LBB umumnya berisikan dari soal-soal SBMPTN sebelumnya maupun soal-soal masuk PTN mandiri seperti SIMAK UI atau UTUL UGM. Selalu ukur kemajuan belajar dari waktu ke waktu, jika tidak ada kemajuan yang signifikan koreksi lagi proses dan cara belajarnya.

Plan B

Tentu dalam misi besar apapun kita harus mempersiapkan plan B. teman-teman harus sedemikian rupa memetakan daftar PTN/PTS yang akan teman-teman lamar jikalau tidak lolos di PTN idaman. Tak jarang banyak universitas yang sudah membuka penerimaan sebelum SBMPTN diadakan. Oleh karena itu, selalu pantau situs-situs resmi mereka dan catatlah tanggal-tanggal penting tersebut.

Pada masa-masa ini teman-teman seringkali akan keluar kota untuk melakukan ujian-ujian masuk di universitas-universitas cadangan. Jikalau teman-teman diterima di sana dan diminta untuk membayar uang pangkal, maka pastikan uang tersebut dapat dikembalikan utuh atau minus berapa persen jika nantinya teman-teman menggagalkan lantaran diterima di PTN idaman/ PTN lain. Beberapa universitas swasta melakukan pengembalian uang pangkal secara utuh jika teman-teman diterima di PTN, dengan menunjukkan bukti bahwa benar-benar diterima di PTN tersebut.

Persiapan Ujian SBMPTN

Persiapkan semua berkas-berkas yang dibutuhkan SBMPTN/kampus cadangan jauh-jauh hari sebelum pendaftaran dibuka. Seringkali dibutuhkan berkas-berkas penting yang mungkin mengharuskan teman-teman untuk pulang.

Setelah selesai menyelesaikan semua proses pendaftaran, hingga mendapatkan nomor PIN. Selanjutnya adalah:

  • Jaga kesehatan secara total. Jangan sampai semua usaha yang dilakukan sia-sia hanya karena ceroboh dan sakit ketika ujian. Berikan waktu untuk beristirahat sebelum ujian. Waktu belajar habis-habisan bukan beberapa hari sebelum SBMPTN.
  • Cek dan ricek kendaraan yang akan digunakan sebelum ujian. Jika teman-teman tidak menggunakan kendaraan pribadi, pesanlah taksi/kendaraan jauh-jauh hari (di kota besar SBMPTN diikuti ribuan orang).
  • Berangkatlah beberapa jam sebelum SBMPTN di mulai, macet pasti akan terjadi ketika hari H SBMPTN diadakan.
  • Jangan lupa untuk membawa obat-obatan yang diperlukan.

Jika teman-teman memiliki kakak tingkat di suatu PTN yang dituju, jangan lupa untuk tetap berkomunikasi. Setelah selesai ujian, kami dulu ditunggu dan disambut mesra oleh mereka.

Setelah Ujian

Alhamdulillah jika teman-teman telah mencapai pada tahapan ini. Tahapan selanjutnya adalah banyak-banyak berdoa dan bersedekah. SBMPTN seringkali bertepatan sebelum bulan Ramadan dimulai, sehingga setelah ujian SBMPTN selesai teman-teman bisa memaksimalkan waktu untuk i’tikaf di masjid.

Tentu dari hasil yang didapat tidak ada yang perlu membuat teman-teman sedih berlarut-larut. Semua sudah by design, daun yang jatuh pun sudah by design. Teman-teman sudah berjuang sedemikan rupa, berdoa, bermunajat. Hasil akhir adalah design Allah. Masuk-tidaknya teman-teman pada suatu PTN terbaik tidak mencerminkan kesuksesan teman-teman kedepannya. Yakinlah, Allah selalu mempersiapkan yang terbaik untuk hamba-hamba yang mencintainya selalu.

SSD (Soal Sering Ditanya)

  1. Apakah mengikuti program ‘mandiri’ universitas (dengan bayaran tertentu) layak?

    Jika jurusan yang teman-teman tuju ini sudah well established maka saya rasa layak sekali. Ingat, jangan dilihat dari nama kampusnya, tapi spesifik ke jurusannya, baca Bagaimana memilih PTN terbaik?. Tetapi jika sebaliknya, saya lebih mendukung untuk kuliah dengan giat di PTS lain tanpa program mandiri tersebut. Tentunya hal ini patut didiskusikan dengan orang tua dan istikharah.

Tanda Terima Kasih

  • Ustadz Okto Venno (ITS) dan ustadz Pemal Sarage (ITS) yang telah banyak memotivasi dan mengajari saya selama satu tahun masa perjuangan, dan menemani selama prosesi SBMPTN yang diadakan di ITS.
  • Ustadz Resha Sultoni Kholvi yang menemani saya belajar bersama di LBB selama satu tahun sebelum berjuang bersama di SBMPTN.
  • Seluruh teman asatidz yang membantu dan mengunjungi saya selama di Surabaya.

Bacaan Tambahan

Baca juga:

Comments

Ada tips yang lain? Bagikan di kolom di bawah ini.


Waktu baca

~6 menit

Terbit

Kategori

Life, Bahasa